Kacamata 3 Dimensi (3D) Tidak baik untuk Kesehatan

Kacamata 3 Dimensi (3D) Tidak baik untuk Kesehatan
Pesan Sponsor Kami

Industri film dunia sedang gencar membuat film 3 dimensi. Salah satu film yang memakai efek 3D adalah Avatar yang banyak digemari. Namun lagi-lagi muncul kekhawatiran dari pemakaian kacamata 3D yang diduga tidak baik buat kesehatan.

Kacamata 3D menurut sebuah studi, memberikan efek sakit kepala dan penglihatan kabur. Ini dikarenakan kacamata tersebut memaksa penggunanya untuk fokus pada sesuatu dengan jarak dekat yang menyebabkan kedua mata bertemu dan jarak jauh yang menyebabkan mata berpisah secara bersamaan.

Seperti dilansir dari Movieline, Rabu (24/2/2010), efek ini dinamakan ‘Konflik Akomodasi Vergence’ dan ini merupakan efek yang cenderung tidak diinginkan karena bisa mengganggu penglihatan terutama bagi orang-orang muda yang menggandrunginya.

Akibat efek kacamata 3D yang tidak baik untuk kesehatan itu, Kementerian Kesehatan Italia menyita 700 pasang kacamata 3D dari bioskop-bioskop. Petugas kesehatan berjanji akan menyita lebih banyak lagi. Kacamata 3D disediakan bioskop dan kemudian dipakai banyak orang secara bergantian. Tangan orang yang kotor diduga menyebabkan banyak kuman menempel.

Pemerintah khawatir risiko kesehatan jika tidak dibasmi dengan teliti, apalagi tidak ada label yang dapat membuktikan bahwa kacamata-kacamata itu tidak menyebabkan gangguan penglihatan.

Namun inisitif razia,– yang dilakukan setelah pembuatan ulang film 3D Caligula oleh Tinto Brass itu–, malah dicurigai sebagai kegugupan pemerintah karena sedang merebaknya penyakit herpes.

Namun menurut studi yang baru dilakukan University of California Berkeley, orang-orang Italia mungkin akan merasa baik-baik saja hingga menyadarinya bahwa ini telah menjadi isu penglihatan. Sesuatu yang oleh Hollywood selalu ditutupi.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah Itali itu juga telah membuat perwakilan the Berkeley Board yang dipimpin Jeffrey Katzenberg melayangkan email keberatan.

“Kami melakukan studi pada ratusan perlengkapan kacamata 3D dan bahkan setelah 70 jam setelah menonton Monster vs Alien, penemuan sama sekali belum selesai,” katanya.

Sebagai isu kesehatan, infeksi kacamata 3D dinilai “tidak mungkin tetapi bisa jadi mungkin”. Tapi akan lebih baik jika Anda memiliki antibakteri untuk membersihkan tangan dan itu tidak akan merugikan.

Popularity: 7% [?]

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to MySpace Post to Ping.fm Post to StumbleUpon

Related posts:

  1. Gosip Bagus untuk Kesehatan Perempuan
  2. Uji DNA Anda Untuk Mendapatkan Pola Diet Ideal Untuk Anda
  3. Olahraga Tidak Mengurangi Sakit Saat Menstruasi
  4. Alas Bermain dari Pasir Paling Aman untuk Anak-anak
  5. Pria Berjiwa Seni Lebih Sehat Ketimbang Pria Kaya

About the Author

Marion Renaldo Rotinsulu, born in Pasuruan on March 9, 1987. Raised in a city that was far away in Sulawesi, Gorontalo named there. In August 2009 has completed the study as a bachelor student (S1) majoring in Electrical Engineering, University of Al-Azhar Indonesia and is the best graduates in these majors. Currently works as a programmer at one multinational company called Streetdirectory, Pte Ltd since August 18, 2009.