Gadis nan bijak. ayu, cantik, cerdas. itulah kata-kata yang bisa menggambarkan sosok gadis yang satu ini. Namanya gak perlu disebutkan dalam tulisan ini. Pujian demi pujian dari dalam diri saya terus berdatangan kepada dirinya, walaupun tak diungkapkan secara lisan kepadanya. Entah mengapa gadis yang baru kukenal ini terasa begitu hebat dan sangat sempurna bagi seorang perempuan.
Sikapnya, memperlihatkan kedewasaannya dalam berpikir dan penanggulangan masalah. umur masih tergolong remaja, namun pemikirannya jauh dari umurnya itu. watak yang keras terlihat dari dalam dirinya. Perawakan tergolong biasa, namun kedewasaannya yang membuat saya terkagum-kagum kepada wanita tersebut. Kemandirian akan seorang gadis tidak diragukan lagi. Dia dibesarkan dilingkungan yang harusnya mendidik dia akan termanjakan oleh kemewahan, namun semuanya disingkirkan olehnya. Kecerdasan tertuang dari bibir dan tulisan yang ditujukan kepada saya ketika menjawab pertanyaan yang saya ajukan padanya.
Kesemuanya itu saya dapatkan dari pengamatan secara langsung dan komunikasi dengan gadis tersebut. Permasalahan yang dihadapi olehnya tergolong berat dan bahkan anak seumuran dia akan bertindak diluar batas. Saya yakin akan hal itu. Namun perkataan yang dia lontarkan bener-bener memukau perasaan ini.
âmasalah bukan untuk ditangisi, namun akan melatih kita semakin dewasa dan tegar dalam menghadapinyaâ.
Sepenggal rangkaian kata tersebut terlontar dari lubuk hatinya yang dituangkan dalam bahasa tulis kepada saya. Awalnya, dia menceritakan masalah yang dia hadapi. Sempat dia bertanya mengenai pendapat saya tentang masalah tersebut, namun saya tak dapat berkata banyak, karena saya belum terlalu mengenalnya. Tak lama dari curhat itu, muncul beberapa tulisan yang ditujukan kepada saya darinya. Tulisan itu sepenggal isinya seperti yang saya tuliskan diatas, Kata-kata tersebut yang membuat saya gak konsen lagi dalam meeting yang sedang saya jalankan sore itu di MAN Insan Cendekia Gorontalo bersama pak Ahmad Hidayatullah dan Ronal Hutagalung(kâ Onal) yang membahas mengenai perilaku Alumni.Saya terus terbayang akan rangkaian kata yang dikirimkan olehnya. Rangkaian kata ini kalau lahir dari bibir seorang gadis seumuran saya, akan terasa biasa, namun ini lahir dari bibir seorang gadis yang umurnya jauh dibawah saya.
Tak bisa kutulis apa-apa lagi dalam blog ini. Saya sungguh sangat memujinya. . seluruh pujian saya berikan kepada gadis ini.
Popularity: 10% [?]
Related posts:
Bukan maksud hatiku untuk menyakiti ataupun mengkhianati..
Bukan maksud hatiku pergi dan berlari dari kenyataan ini..
Bukan aku sembunyi sayang..
Bukan aku tak ingin bersama dirimu kasih..
Cerita cinta di antara kita masih terukir di dalam dada..
Bila memang kau pergi, dimakah lagi akan kucari pengganti..
Bila kau tiada lagi mana mungkin nanti cinta kita kan bersemi..
Berikan kesempatan sayang..
Mungkin aku dapat mengambil suatu keputusan
Serasa tiada indah hidup ini bila kau dan dan aku tak bersama lagi..
Untuk apa lagi ada cinta di dada, bila semua ini tak berbunga..
Berikanlah waktu untuk diriku ini..
Aku pun tak ingin cinta kan terbagi..
Andai kau tak lagi kembali di sini tak mungkin semua ini terjadi..
*kaburrrrrrrrrr*
Iyon, yang patut dipuji2 itu cuma Allah, tiada ilah selainNya. jangan sampe cewe itu menjadi “berhala” yang dipuji2. kemudian, tiada manusia yang sempurna, sekalipun itu nabi Muhammad.
baiknya, “gadis yang sempurna” diubah menjadi “gadis yang sempurna untuk hidupku”.