Gadis yang Sempurna!

Pesan Sponsor Kami

Gadis nan bijak. ayu, cantik, cerdas. itulah kata-kata yang bisa menggambarkan sosok gadis yang satu ini. Namanya gak perlu disebutkan dalam tulisan ini. Pujian demi pujian dari dalam diri saya terus berdatangan kepada dirinya, walaupun tak diungkapkan secara lisan kepadanya. Entah mengapa gadis yang baru kukenal ini terasa begitu hebat dan sangat sempurna bagi seorang perempuan.


Sikapnya, memperlihatkan kedewasaannya dalam berpikir dan penanggulangan masalah. umur masih tergolong remaja, namun pemikirannya jauh dari umurnya itu. watak yang keras terlihat dari dalam dirinya. Perawakan tergolong biasa, namun kedewasaannya yang membuat saya terkagum-kagum kepada wanita tersebut. Kemandirian akan seorang gadis tidak diragukan lagi. Dia dibesarkan dilingkungan yang harusnya mendidik dia akan termanjakan oleh kemewahan, namun semuanya disingkirkan olehnya. Kecerdasan tertuang dari bibir dan tulisan yang ditujukan kepada saya ketika menjawab pertanyaan yang saya ajukan padanya.

Kesemuanya itu saya dapatkan dari pengamatan secara langsung dan komunikasi dengan gadis tersebut. Permasalahan yang dihadapi olehnya tergolong berat dan bahkan anak seumuran dia akan bertindak diluar batas. Saya yakin akan hal itu. Namun perkataan yang dia lontarkan bener-bener memukau perasaan ini.

“masalah bukan untuk ditangisi, namun akan melatih kita semakin dewasa dan tegar dalam menghadapinya”.

Sepenggal rangkaian kata tersebut terlontar dari lubuk hatinya yang dituangkan dalam bahasa tulis kepada saya. Awalnya, dia menceritakan masalah yang dia hadapi. Sempat dia bertanya mengenai pendapat saya tentang masalah tersebut, namun saya tak dapat berkata banyak, karena saya belum terlalu mengenalnya. Tak lama dari curhat itu, muncul beberapa tulisan yang ditujukan kepada saya darinya. Tulisan itu sepenggal isinya seperti yang saya tuliskan diatas, Kata-kata tersebut yang membuat saya gak konsen lagi dalam meeting yang sedang saya jalankan sore itu di MAN Insan Cendekia Gorontalo bersama pak Ahmad Hidayatullah dan Ronal Hutagalung(k’ Onal) yang membahas mengenai perilaku Alumni.Saya terus terbayang akan rangkaian kata yang dikirimkan olehnya. Rangkaian kata ini kalau lahir dari bibir seorang gadis seumuran saya, akan terasa biasa, namun ini lahir dari bibir seorang gadis yang umurnya jauh dibawah saya.

Tak bisa kutulis apa-apa lagi dalam blog ini. Saya sungguh sangat memujinya. . seluruh pujian saya berikan kepada gadis ini.

Popularity: 10% [?]

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to MySpace Post to Ping.fm Post to StumbleUpon

Related posts:

  1. Kepercayaan itu Susah dikembalikan
  2. Bohong sama Tukang Bohong = Nggak Banget!
  3. Resolusi Marion di Umur yang ke 23
  4. Licik yang ketahuan. .
  5. Sholat Jumat yang penuh Pertanyaan

About the Author

Marion Renaldo Rotinsulu, born in Pasuruan on March 9, 1987. Raised in a city that was far away in Sulawesi, Gorontalo named there. In August 2009 has completed the study as a bachelor student (S1) majoring in Electrical Engineering, University of Al-Azhar Indonesia and is the best graduates in these majors. Currently works as a programmer at one multinational company called Streetdirectory, Pte Ltd since August 18, 2009.